Desi Rahmawaty (Voicer)


Setelah melakukan perjalanan cukup panjang, akhirnya kami tiba di sebuah wilayah yang dihuni oleh masyarakat Muslim Cham yaitu distrik Memot.


Kami disambut hangat di rumah bapak imam masjid Sanprobey. Inilah desa pertama tujuan ekspedisi kami. Masya Allah. Setiba didesa, kami langsung dihidangkan makanan khas suku Cham. Siap kami santap sebagai bagian dari adaptasi kami untuk tinggal beberapa hari disini.


Dipagi harinya, kami beraktivitas di masjid juga melihat progres pembangunan madrasah. Kami menyalurkan bantuan teman teman Indonesia untuk pembangunan madrasah juga buku buku pelajaran agama yang diperlukan.


Ya, disinilah madrasah Indonesia untuk Suku Cham dibangun. Walau progresnya agak lambat karena bantuan yang disalurkan sedikit demi sedikit, masyarakat optimis, suatu saat nanti anak-anak bisa belajar agama dengan nyaman disini.


Setiap hari anak-anak datang bermain dilingkungan madrasah. Semakin hari mereka semakin tumbuh menjadi anak yang luar biasa. Jika mereka yakin pendidikan adalah kunci peradaban, begitupun saya. Pun teman teman saya, inilah yang membawa kami melakukan perjalanan panjang sampai di desa ini, desa yang jauh dari Jogjakarta. Karena hangatnya ukhuwah, manisnya iman sampai ke hati kami.


Sore ini, seorang anak manis berlari menghampiri saya. Maria, namanya. Tidak ada kata yang terucap darinya, hanya pelukan dan senyuman. Ya Maria, yuk kita sama-sama bangun madrasah ini sampai selesai.

Author

admingive

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *