Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan? Nama?

Manusia tidak pandai mengenang nama demi nama. Wajah demi wajah. Kebaikan demi kebaikan. Sepanjang tahun kita berbuat baik, kesalahan kecil akan menghilangkan setiap jengkal kebaikan yang sudah dilakukan. Manusia pada dasarnya tidak pandai dalam hal mengingat.
.
Akan tetapi, berbeda dengan semesta, langit tidak pernah lupa sekecil apapun kebaikan itu tercipta. Seberapa jarangpun kebaikan itu terulang, tidak pernah sekalipun langit terlewat untuk mencatat.

Oleh karenanya betapa meruginya kita ketika tidak banyak catatan baik yang kita torehkan. Dan betapa beruntungnya kita jika kebaikan yang kita lakukan dapat diikuti oleh kebaikan-kebaikan lain sebab apa yang telah kita lakukan.
.
Sehingga kebaikan itu ibarat seperti air. Jika ada niatan untuk berbuat baik sekecil apapun itu, segerakanlah. Karena jika air terlalu lama untuk terdiam, ia akan menjadi kotor. Namun jika ia dialirkan, akan ada banyak yang dapat mengambil manfaat darinya. Tidak mudah untuk mengalirkan air apabila hanya setetes, namun air sungai yang melimpah itu bukankah hanya bermula dari rintik hujan?
.
Maka teruslah berbuat baik. Kita tidak akan pernah tahu kebaikan mana yang akan memudahkan jalan kita menggapai surga Nya. Berusahalah karena nikmatnya hidup ada pada usaha.
.

Author

admingive

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *