Ratu Fitria (Voicer)

Cerita ini adalah tentang sebuah desa, nun jauh dimata bagiku.
Sebuah tempat dimana dilahirkannya awal perjuangan, memilih menggenggam Allah di dada, saat ini, esok dan selamanya. Mereka… telah resmi menjadi saudara jutaan muslim dibelahan dunia.
.
Banyaknya saudara tak melulu menjadikan mereka hidup bergelimang nyaman dan suka, bahkan bisa dikatakan bahwa hal ini menjadi awal yang sulit bagi mereka. Seperti para sahabat dulu yang dimusuhi jutaan kaum karena mengikuti Rasulullah. .
Tapi apakah kalian tau? Di sisi lain memasuki agama islam adalah kebebasan bagi mereka, mereka saat ini memiliki Tuhan, tempat berteduh dan memohon, tempat meminta, tempat mengeluh, dan tentunya karena saat ini mereka telah menjadi muslim, maka…mereka bisa bersekolah, mereka bisa menonton TV, mereka bisa menggunakan tekhnologi lainnya.
.
hal pertama yang aku pelajari dari perjalanan ini adalah, masih ada tanah dibawah tanah, masih ada level terendah dibawah level 0, dan masih ada dasar dibawah dasar.
.
Aku sadar bahwa hidupku ternyata hanya melulu melihat keatas dan melihat kedepan, padahal melihat kebawah dan kebelakang juga perlu! Sangat perlu bahkan.
.
Karena darisana kita belajar, sebuah makna syukur dan perjuangan. Sebuah makna bahwa aku benar-benar telah dilahirkan dengan bentuk sempurna, dititipkan dengan rezeky yang paling baik, dan ditempatkan ditempat paling nyaman. .

Nikmatnya menimba ilmu, nikmatnya belajar di tempat yang nyaman, nikmatnya bercengkrama dengan teman-teman seperjuangan, nikmatnya mengikuti berbagai kegiatan, dan YAAA!! Tidak semua orang ditakdirkan dengan berjuta kenikmatan seperti itu.lagi lagi aku semakin sering menunduk dan berucap, betapa beruntung aku.

Author

admingive

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *